Anas Nasuhi : Setengah Perjalanan Karier Saya Dihabiskan di Bank Papua Cabang R4

0
Orideknews.com, Waisai – Berbicara saksi sejarah pembangunan sebuah daerah, maka status tersebut kerap diberikan kepada tokoh pejabat dikalangan Pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh adat, maupun tokoh lain yang dianggap memiliki kaitan dengan prosesi pembangunan daerah tersebut.

Padahal, sebuah instansi perbankan yang merupakan mitra kerja pemerintah daerah dalam mengelola anggaran daerah merupakan salah satu unsur penting tonggak pengembangan sebuah daerah.
Di Raja Ampat, Kepala Cabang Bank Papua, Anas Nasuhi telah menjabat 12 tahun, yakni sejak Bank Papua beroperasi aktif di Raja Ampat.

Sejak kabupaten Raja Ampat dimekarkan tertanggal 09 Mei 2003 dan pertama kali beribukota di Saonek, 3 tahun kemudian, lebih kurang 8 November 2006, Bank Papua hadir pertama kali sebagai Kantor Kas untuk memberikan pelayanan keuangan kepada sebuah daerah yang baru dimekarkan itu.

Seiring perkembangan, saat Waisai dipilih sebagai ibukota kabupaten Bahari ini, status bank Papua pun ditingkatkan menjadi Kantor Cabang Pembantu (KCP).

Memimpin sebuah instansi perbankan disebuah daerah yang baru dimekarkan diakui Anas Nasuhi tidaklah mudah.”Pertama saya buka kunci kantor waktu itu, bagian dalam masih dipenuhi material-material bangunan, juga dibagian belakang masih hutan. Pun, semuanya serba terbatas, koordinasi ke kantor wilayah Sorong untuk uang cash/kontan waktu itu harus menumpang speedboat Pemda atau masyarakat. Pegawai saya juga waktu itu hanya 3 orang. Namun semua itu adalah tantangan untuk memberikan pelayanan keuangan kepada masyarakat Raja Ampat sebagaimana kami telah ditunjuk sebagai mitra pemerintah daerah.” Ujar Anas Nasuhi.

Pria yang kerap disapa Pak Haji Anas ini lebih lanjut menjelaskan, seiring kabupaten Raja Ampat berkembang, kebutuhan jasa perbankan sangat dibutuhkan masyarakat Raja Ampat, bukan hanya di pusat kota Waisai, tapi juga di distrik-distrik dan kampung-kampung.

Baca Juga :  Pemerintah Diminta Buka Diri Selesaikan Persoalan Papua

“Transaksi non tunai yang biasanya dibutuhkan masyarakat adalah pembayaran biaya pendidikan keluarga mereka diluar Raja Ampat, dulunya masyarakat melakukannya dengan lebih dahulu menuju Sorong. Olehnya, kami bangun beberapa kantor kas di distrik-distrik. Total ada 8 sekarang, 2 di Salawati, 2 di Misool, 3 di Waigeo Utara dan satu di Waisai. Semua ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat itu. Kedepan, akan kami tambah 2 lagi.” Jelasnya.

Ditambahkannya, menjelang masa akhir jabatannya sebagai Kepala Cabang Bank Papua di tahun ini, dirinya bersyukur meninggalkan tugas dan amanahnya dengan prestasi predikat Golden bagi Bank Papua Cabang Raja Ampat yang dianugerahkan oleh direksi pusat.

“Saya bersyukur meninggalkan tugas ini dengan prestasi yang baik. Selama saya bertugas juga banyak kesan-kesan yang tentunya akan sulit saya lupakan. Distribusi uang kontan pun hingga hari akhir kepemimpinan saya ini lancar dan tidak bermasalah. Besar harapan saya, kedepan Bank Papua lebih dekat dengan masyarakat dan terus bahu membahu dengan Pemda Raja Ampat membangun negeri seribu pulau ini.” Ujarnya.

Anas Nasuhi akan melanjutkan sisa tugas masa baktinya, kurang lebih 2 tahun, hingga 2020. Sementara diakuinya, walaupun telah dipindah-tugaskan ke Merauke, dirinya telah siap ditempatkan dimana saja.”Tersisa 2 tahun masa bakti saya, kurang lebih setengah perjalanan karier saya, saya habiskan di Raja Ampat.” Tutupnya. (AR/ON).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here