Angka Kelahiran Papua Barat Tinggi, Pertumbuhan Penduduk Nol

1

Orideknews.com, MANOKWARI – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Barat, Drs. Benyamin Lado mengatakan angka kelahiran di Papua Barat sangat tinggi sekitar 3,2 persen.

Rata-rata seorang ibu, kata dia selama masa reproduksi umur 15-49 tahun melahirkan anak antara 3 sampai 4 anak, tetapi pada kenyataannya, melahirkan antara 7, 8 anak bahkan lebih.

“Cuman angka kematiannya tinggi akhirnya jumlah penduduk tidak mau bertumbuh, angka kelahiran tinggi, angka kematian juga tinggi sehingga pertumbuhan penduduk nol,”. Ucapnya. Kamis, (7/6/2018).

Lanjut, kata Lado, agar angka kematian tidak tinggi dan pertumbuhan penduduk meskipun tidak cepat, tetapi pasti dalam arti jumlah kemudian kualitas yang baik dan itu semua dimulai dari keluarga.

” Hindari kehamilan pada usia dibawah 21 tahun, organ reproduksinya belum siap untuk bereproduksi dan dari aspek sosial, masa sih ada orang tua yang suruh anaknya kawin dibawah usianya 21 tahun?” Tanya Lado pada Talk show Pengintegrasian Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan Di Daerah dalam Rangka Mendukung Kampung KB, disalah satu

Dirinya meyakini, tidak ada orang tua manapun yang ingin hidup anak lebih buruk dari orang tuanya,”Dari aspek kehidupan misalnya kalau orang tuanya SMA, pasti maunya anak harus Sarjana, kalau orang tuanya sarjana pasti maunya anak harus S2, tapi bagaimana caranya?
Kalau tidak dimulai dari merencanakan jumlah anak ideal sesuai kemampuan sendiri,” harap Lado. (RED/ON).

Baca Juga :  MRPB Pertanyakan Rp.36 M Royalti PT Gag Nikel ke Pemda Raja Ampat



1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here