Brigjen TNI Gamal Haryo: Kemerdekaan NKRI Perjuangan Bersama Tanpa Harus Terpisah Dari Papua

0
Asisten Deputi (Asdep) Koordinator Keamanan Intelejen Binmas dan Objek Vital Nasional, Kemen Polhukam Republik Indonesia, Brigjen TNI Gamal Haryo.
Orideknews.com, MANOKWARI – Persoalan yang lalu jangan dilihat kebelakang, sebab kemerdekaan NKRI merupakan seluruh rakyat Indonesia. dengan demikian Papua bagian dari NKRI dan tanpa harus terpisah.
“Kita harus bersatu, sebab seluruh bangsa di dunia kuat dan kokoh kalau masyarakat bersatu, sebaliknya rakyat kalau terpecah karena alasan satu dan lain hal, maka yang gembira adalah orang lain” ungkap Asisten Deputi (Asdep) Koordinator Keamanan Intelejen Binmas dan Objek Vital Nasional, Kemen Polhukam Republik Indonesia, Brigjen TNI Gamal Haryo saat ditemui di Manokwari , Papua Barat, Kamis (2/8/2018).
Kata Gamal, sumberdaya di dunia ini sangat terbatas, bahkan negara akan dilibas oleh globalisasi. “Dulu ketika itu kita dijajah, namun karena kita bersatu berjuang sehingga kita pun merdeka” ungkap Gamal.
Pertanyaan, kalau dulu bersatu berjuang, kenapa sekarang harus memisahkan diri. Oleh sebab itu tujuan kedatangan Menko Polhukam di Manokwari, Papua Barat untuk memuat kembali rasa memiliki kebangsaan.
Mengembalikan rasa memilki kebangsaan ini, kata Gamal, merangkul dan memperbaiki mental anak-anak Papua sehingga lebih baik dari warga terdahulu.
Dia mengakui bahwa Papua merupakan bagian dari NKRI, maka anak anak Papua diberikan kesempatan seluas luasnya untuk masuk menjadi anggota TNI atau kepolisian.
Disisi lain ada bimbingan khusus bagi anak anak Papua dan sangat banyak unggul, maka diharapkan rakyat Indonesia bersatu, sebab kalau ingin berpisah banyak alasanya sebaliknya kalau bersatu maka ada alasannya juga.
“Kecintaan kita kepada bangas Indonesia maka marilah kita bangun bersama, sebab kita siapa yang membangun adalah orang Jawa, Papua dan lainnya semua sehingga tak boleh beda bedakan” ucap Gamal.
Brijen TNI Gamal menambahkan bahwa Tuham menciptakan manusia bukan satu saja, namun bersuku, berbudaya, agama dan dimata Tuhan semuanya sama. Kemudian kalau ada yang salah di negara ini maka diperbaiki.
“Dengan kedatangan Kemenko Polhukam ke Papua Barat untuk melakukan bimbingan masyarakat, sebab ada TNI dan Polri maka harus bersinergi membangun daerah Papua bersama,” tutupnya. (EN/ON)
Baca Juga :  Kesadaran Masyarakat jadi Ujung Tombak Tangani Persoalan Sampah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here