Dinas Kesehatan Gelar Pertemuan Mendadak Cegah Wabah Virus Corona di Papua Barat

0
Orideknews.com, MANOKWARI, – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat setelah mendapat informasi viralnya virus Corona (2019-nCoV) pada 7 Januari 2020 melalui pemerintah China, namun pada 25 Januari 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara global telah dilaporkan 1320 kasus terkonfirmasi dari beberapa negara sekaligus.
Kemudian untuk upaya pencegahan kesiapsiagaan, maka Pemerintah Provinsi Papua Barat langsung melakukan pertemuan mendadak untuk menyikapi berkembang virus Corona ditengah masyarakat Papua Barat.
Pada Senin (27/1), Dinas Kesehatan Papua Barat mengundang pihak Kesehatan Pelabuhan, Rumah Sakit pemerintah, TNI, Polri, pihak swasta, dan Laboratorium untuk bekerjasama dalam melaksanakan upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap virus Corona ke Manokwari Ibu Kota Provinsi Papua Barat.
Lewat pertemuan itu, Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan mengatakan, saat ini telah disepakati untuk pengoperasian thermal-scanner (alat pemindai suhu) yang ditempatkan di pintu masuk seperti Bandara untuk deteksi dini.
“Tujuan dari kesiapsiagaan dini adalah untuk mendeteksi setiap warga negara asing (WNA) yang datang ke Papua Barat, terutama bagi WNA yang berada di negara yang tercatat oleh WHO” ungkap Parorongan.
Kemudian penyiapan ruang isolasi, pemantauan ketat oleh pihak Puskesmas atau rumah sakit terhadap pasien dengan gejala pneumonia demam tinggi <38 C, batuk dan sesak nafas, terutama bagi yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah terjangkit dalam 14 hari sebelum munculnya gejala tersebut.
Kata Otto, pencegahan dini telah dilakukan, maka Dinkes Papua Barat akan membangun kerjasama dengan pihak terkait, seperti Imigrasi, Disnakertrans, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Disdukcapil dan KB, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kesbangpol, dinas koperasi, dan Inspektorat.
Dalam kesempatan itu, seorang wisatawan inisial YP dicurigai di Sorong, namun setelah menjalani pemeriksaan secara intensif di ruang isolasi rumah sakit Pertamina Sorong. Akan tetapi dokter setempat menyatakan bahwa pasien itu hanya terkena gejala radang paru-paru dan negatif dari virus Corona.
“Kepada warga Papua Barat yang hendak melakukan perjalanan keluar negeri terjangkit virus Corona agar setibanya di tanah air agar segera melaporkan diri ke Kesehatan Pelabuhan untuk mendapat kartu health allert card (HAC),” tambah Parrongan.(ALW/ON)
Baca Juga :  PLN Mengajar, Kenalkan Listrik dan Ajak Siswa Peduli Lingkungan



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here