NEW!Breaking news - Warinussy Harap Pelayanan RSUD Manokwari Menjalankan Prinsip 'The Right Man in the Right Place' Baca Selengkapnya 

HukumLingkunganPapua

Ditjen KLHK Sita 384 Kontainer Kayu Merbau Ilegal Senilai Rp100 M Asal Papua

1 Mins read
Ditjen Penegakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil menyita 384 kontainer yang berisi kayu jenis Merbau illegal asal Provinsi Papua di dua tempat yakni Surabaya dan Makassar.
Seperti dilansir detik.com, Rabu, (16/1/2019) Ditjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani mengaku sudah mempersiapkan operasi itu sejak lama. Hal itu dilakukan pihaknya khusus untuk melihat pergerakan kayu-kayu ilegal asal Provinsi Papua.

“Kita lakukan operasi di akhir tahun ini ada 40 kontainer yang kita temukan di Tanjung Perak Surabaya yang dibawa oleh perusahaan pelayaran PT SPIL melalui kapal Jelita Hijau. Kemudian dari informasi yang ada, kami kembangkan,” katanya di Pelabuhan peti kemas Teluk Lamong.

Lebih lanjut dia mengatakan, ternyata ada pergerakan kayu dari Papua yang menuju Surabaya. Tapi sebelumnya singgah di Jakarta lalu balik ke Makassar. “Kami intersep atau sergap bersama TNI AL itu ada 57 kontainer ini yang dibawa oleh perusahaan PT Temas,” beber Ridho.

Sehingga, pada waktu bersamaan, pihaknya juga kembali mengamankan 88 kontainer yang diduga tanpa disertai dokumen yang sah dan juga dibawa PT SPIL.

“ Di sini (Teluk Lamong) ada 199 kontainer yang dibawa oleh PT Temas. Jadi, 284 kontainer itu adalah 88 yang ada di PT SPIL dan 199 kontainer ada di PT Temas yang ada di sini. Total yang sudah kita kumpulkan selama satu bulan 384 kontainer yang kita nilai lebih dari Rp 100 miliar,” ucap dia.

Rhido menjelaskan, Kontainer-kontainer itu dibawa oleh 4 kapal yang berbeda-beda dari 2 perusahaan pelayaran yaitu PT Temas dan PT SPIL. “Untuk jenis kayunya seluruhnya dari jenis kayu premium yakni merbau,” ungkapnya.

Untuk tindaklanjutnya, pihaknya masih mengembangkan lagi. Apakah ada ada indikasi perusahaan lagi yang terlibat.
“Kami sedang kembangkan apakah ada perusahaan lain yang terlibat. Dan saat ini kami sudah libatkan 60 penyidik untuk memastikan. Kami juga belum tahu karena masih menunggu pengadilan. Bisa saja kalau akan dilelang dan uangnya dimasukan ke negara,” tandasnya.
(Redaksi)

Related posts
BiakKesehatanPapua

Vaksin Covid-19 Kabupaten Biak Numfor akan Tiba Pertengahan Februari

1 Mins read
Orideknews.com, BIAK, – Vaksin Covid-19 tahap pertama untuk kabupaten Biak Numfor direncanakan tiba pada pertengahan Februari 2021 mendatang. Hal ini dikatakan Bupati… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Papua

Diringi Ukulele, Keluarga Suriel Mofu Kompak Lantunkan Lada Biak - Mander Mura Be

1 Mins read
Orideknews.com, BIAK, – Suriel Mofu dan keluarga kompak lantunkan lagu daerah Biak, Papua Mander Murabe. Lagu Ciptaan Almarhum Arnold Clemens Ap ini,… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Mamberamo RayaPapua

Tahun Ini, Dinas PUPR Mamberamo Raya Tetap Fokus Bangun Longsoran Jalan Kali Ahan

1 Mins read
Orideknews.com, Burmeso,- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mamberamo Raya memastikan ditahun anggaran 2021, akan tetap fokus membangun beberapa ruas jalan… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: