Genjot Ekspor Pertanian PB, Polbangtan Manokwari dan 13 Instansi Kolaborasi dengan Kementan

0
Genjot Ekspor Pertanian PB, Polbangtan Manokwari dan 13 Instansi Kolaborasi dengan Kementan

 







Orideknews.com, MANOKWARI – Guna mendorong ekspor komoditas pertanian asal Papua Barat, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan kerjasama dengan 14 instansi pusat dan daerah.
Kerjasama itu dilakukan Kementan dengan Pemerintah Kabupaten Sorong, Pemerintah Kota Sorong, Kadistan Pemprov Papua Barat, Kadistan Kaimana, BPS Prov Papua Barat, Polbangtan Manokwari, BPPT Manokwari, Bea Cukai Manokwari, Bank Indonesia, KSOP Sorong, BC Sorong, Ka Bandara DEO, Pelaku Usaha Agribisnis Kadistan Tambrauw dan Karantina Sorong serta Manokwari setelah diskusi sinergitas yang diselenggarakan Badan Karantina Pertanian (Barantan) di Sorong belum lama ini.
Kepala Barantan Kementan, Ali Jamil mengaku, strategi dari kolaborasi itu perlu dilakukan guna mendongkrak komoditan pertanian unggulan yang ada.
Menurutnya, sesuai catatan Kementan pada 2018 dari sistem otomasi IQFAST Barantan, terdapat beberapa komoditas unggulan dari Kabupaten Sorong yang bisa saja menjadi komoditas ekspor dari wilayah lain seperti biji pala, oil palm kernel, bunga pala, minyak sawit mentah, kopra, durian, alpukat, pisang, sarang semut, dan buah merah.
“Kebanyakan komoditas tersebut dilalulintaskan ke Jakarta dan Surabaya, namun tercatat sebagai komoditas ekspor lewat daerah lain. Inilah yang harus kita selesaikan bersama, kolaborasi pusat dan daerah,” ungkap Ali.
Lanjut Kata Ali, guna mendukung upaya pemerintah Kabupaten Sorong dalam peningkatan ekspor tersebut, Ali Jamil juga memberikan aplikasi bernama Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports (I-MACE) kepada Pemerintah Kabupaten Sorong.
Tujuan aplikasi itu untuk memudahkan pemerintah daerah dalam memantau potensi pertanian yang ada di daerahnya agar dapat dikembangkan lebih baik.
“Ini semua berisi data potensi pertanian, update secara riil time termasuk keterangan asal daerah dan tujuan negara ekspornya,” ungkap Ali.
Kepala Karantina Pertanian Sorong, Wayan Kertanegara menjelaskan, berdasarkan catatan data otomasi IQFAST di wilayah kerjanya selama Januari hingga April 2019, lalulintas buah merah dari Sorong sebanyak 3,2 ton dalam bentuk buah dan 13 liter dalam bentuk ekstrak. Untuk itu, dia akan segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar komoditas tersebut dapat langsung diekspor dari Sorong. (RR/ON)
Baca Juga :  Kadis LHP Papua Barat: Raperdasus Lingkungan Hidup Berbasis Masyarakat Adat Sangat Penting



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here