Lulusan Sarjana Dominasi Angka Pengangguran Papua Barat

0
Pencari kerja. (Foto:IST)

 







Orideknews.com, MANOKWARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat, pada Senin (7/5) mencatat lulusan perguruan tinggi atau sarjana mendominasi angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ini dengan komposisi mencapai 11,09 persen dari total angkatan kerja sebanyak 461,152 orang pada Februari 2018.

“Jika pada Agustus 2017 tingkat pengangguran terbuka didominasi oleh lulusan Diploma III (D3) yaitu sebesar 15,54 persen, pada Februari 2018 bergeser menjadi sarjana yaitu sebesar 11,09 persen.” kata Dedi Cahyono, Kepala bidang sosial BPS Papua Barat.

Hal itu disebabkan, lanjut Cahyono, terdapat penawaran tenaga kerja yang berlebih teritana pada tingkat pendidikan sarjana dan SMA.

“Semakin tinggi pendidikan semakin memilih jenis pekerjaan.” lanjutnya
Cahyono menyebut, angka pengangguran tertinggi berikutnya adalah tingkat SMA sebesar 9,35 persen, tingkat D3 sebesar 8,24 persen, tingkat SMK sebesar 8,09 persen, tingkat SD sebesar 2,21 persen, kemudia tingkat pendidikan SMP tingkat pengangguran terendah yaitu 2,16 persen.

“Dibandingkan kondisi setahun yang lalu, TPT mengalami penurunan hampir disemua jenjang pendidikan, kecuali pada tingkat pendidikan Sarjana.” Bebernya

Meski demikian, Cahyono mengatakan jumlah pengangguran di daerah ini mengalami penurunan sebanyak 1,823 orang dari jumlah 26,129 orang dibanding semester lalu Agustus 2017. Dimana, jumlah angkatan kerja di Papua Barat pada Februari 2018 sebanyak 461,153 orang, jumlah tersebut bertambah sebanyak 19,421 orang dibanding Februari 2017.

“Jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2018 sebanyak 435,023 orang, bertambah 26,506 orang dibanding setahun lalu.” ujarnya.

Sejalan bertambahnya jumlah angakatan kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) juga mengalami peningkatan. TPAK Februari 2018 tercatat 70,99 persen, naik 0,79 persen dibanding tahun lalu. “Bertambahnya TPAK tahun ini memberikan indikasi adanya pertambahan potensi ekonomi dari sisi pasokan tenaga kerja.” Kata Cahyono lagi.

Baca Juga :  Yoteni: Jokowi Cabut Moratorium Pemekaran

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki sebesar 80,52 persen atau turun 3,34 persen sementara TPAK perempuan mencapai 60,11 persen atau naik 5,53 persen dibanding kondisi setahun lalu.

Berdasarkan lapangan pekerjaan sektor pertanian, jasa pemasyarakatan, dan sektor perdagangan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja di daerah ini.

Penduduk yang bekerja di sektor pertanian mencapai 178,976 orang atau 41,12 persen, sektor jasa kemasyarakatan mencapai 89,733 orang atau 20,63 persen dan sektor perdagangan sebanyak 77,995 orang atau 17,93 persen. (EYS/ON)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here