Minta Penyisiran Aparat di Dihentikan, DAP Juga Desak Komnas HAM Turun ke Nduga

0
Ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah III Domberai, Paul Fincen Mayor
Orideknews.com, MANOKWARI – Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay, Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP mengaku operasi militer atau penyisiran di Nduga tidak akan menyelesaikan persoalan.
“Sebab ada persoalan Mendasar yang wajib diselesaikan oleh pemimpin Jakarta-Papua karena situasi di Nduga itu, apabila ditangani secara militeristik maka akan menambah korban diantara kedua belah pihak, yakni TNI/POLRI dan TPN OPM dan juga masyarakat Adat disana,” kata Mayor dalam keterangan persnya yang diterima www.orideknews.com, Jum’at, (15/3/2019).
Menurutnya, kebijakan Jakarta untuk Nduga Ibarat “kipas asap saja tanpa padam Api” sehingga akan berakibat fatal.
“Menurut Dewan Adat ada baiknya Presiden Jokowi segera perintahkan tarik pasukan dan bangun Komunikasi dengan pihak Tokoh Adat, Agama dan Pemprov Papua untuk mencari solusi terbaik (Win-win solution)  penyelesaian kasus Nduga,” jelasnya.
Mayor menegaskan bahwa, ada hubungan sebab akibat persoalan masa lalu yang kelam dan susah dilupakan masyarakat Nduga di wilayah kabupaten Nduga, yang menyayat hati dan menjadi dendam berkepanjangan.
“Dewan Adat mendesak KOMNAS HAM turun ke Nduga dan memastikan situasi disana lalu menengahi dan menyelidiki situasi sebenarnya disana sebab sampai hari ini belum ada rilis resmi dari Komnas HAM mengenai situasi di kabupaten Nduga,” ungkap Mayor.
Dia berharap semua masyarakat Papua untuk bersuara demi masyarakat Nduga agar tidak ada lagi korban dari masyarakat Adat di atas Tanah Adat Ndugama. (RED/ON)
Baca Juga :  Aksi Aliansi Masyarakat Adat Papua Warnai Paripurna DPRPB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here