Peletakan Batu Pertama Gedung Rektorat STIH Manokwari Diringi Tetesan Air Mata

0
Orideknews.com, MANOKWARI – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, Sabtu (7/7/2018) melakukan peletakan batu pertama simbol dibangunnya, kantor Rektorat kampus STIH Jalan Karya Abri Sanggeng, Manokwari Provinsi Papua Barat.
Peletakan batu pertama STIH Manokwari itu baru dilakukan sejak didirikan tahun 1976 silam.
Ketua Yayasan STIH, Ketua STIH, Perwakilan Pendiri STIH dan Pemilik hak ulayat suku Doreri secara berurutan melakukan peletakan batu pertama sekira pukul 12.30 WIT.
Ketua STIH Manokwari, Filep Wamafma, dalam sambutannya menyampaikan pembangunan Gedung Rektorat STIH Manokwari tidak lepas dari peranan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat sehingga, STIH mendapat bantuan melalui Dana Hibah yang Pemprov. Pembangunan gedung ditargetkan sesuai kalender kerja akan berakhir pada November 2018.
“Kami percaya bahwa dengan adanya pembangunan kampus ini dapat memberikan gambaran kedepan. STIH memilik niat dan cita-cuita yang besar untuk memajukan pendidikan di tanah Papua khususnya di bidang hukum,”ucap Filep Wamafma.
Pihak STIH, Kata Wamafma juga sangat mengapresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) yang selalu peduli terhadap pendidikan. Dimana, selain STIH Manokwari mendapat bantuan Hibah dari Pemprov, tapi juga mendapat bantuan dari Pemkab Manokwari.
Ketua STIH Manokwari, Filep Wamafma
“Bantuan dari Pemkab Manokwari itu untuk penyelesaian kelanjutan bangunan di Kampus STIH yang terletak di Wosi dan sementara ini sudah dalam proses pembangunan,” Jelasnya.
Adanya sarana pendidikan tersebut, Wamafma mengaku sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja STIH, dalam hal akreditasi. “Dapat mendukung proses akreditasi STIH yang sementara lagi disusun,” Tutur Wamafma.
Wamafma juga menyebutkan dalam rangka pengembangan kampus kedepan, apa yang menjadi kebutuhan sekolah tinggi tersebut sudah mulai terjawab satu persatu dan pihaknya yakin kedepan kampus STIH akan lebih moderen.
“Jadi kami tahun lalu itu mendapat akreditasi B dan saat ini kami sudah membentuk tim penyusun. Tim saat ini sedang menyiapkan dokumen akreditasi dan nanti sekitar 27 Juli mendatang kita akan mengirim tim untuk mengikuti studi banding di beberapa perguruan tinggi di bandung, jawa tengah, dan jogja,” Bebernya.
Wamafma berharap studi banding yang dilakukan, selain untuk memberdayakan pengalaman bagi dosen dan pegawai dalam rangka agreditasi, tetapi juga mendapat pengalaman untuk pengembangan kampus STIH.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Hukum Manokwari, Pietrus Makbon mengakui, momen itu merupakan sebuah catatan sejarah, karena selama ini pembangunan gedung STIH tanpa melakukan peletakan bantu pertama.
Ketua Yayasan STIH Manokwari, Pietrus Makbon
“Ini akan menjadi batu pertama untuk menahan kampus ini. Harus ada dokumennya, supaya harus ada pengembangan di kemudian hari,”harap Makbon.
Lanjut, Kata Makbon dalam waktu dekat STIH sudah masuk akreditasi, sehingga membutuhkan kerjasama dari pihak di kampus STIH.
“Kita harus bangga, karena selama ini orang melihat kampus kita biasa-biasanya, tapi dengan adanya gedung ini akan menjadi tolak ukur bagi kampus lain. Tapi Kalau gedung bagus baru orang-orangnya tidak bagus kan sama saja. Jadi harus sama, bahkan jangan masalah-masalah yang tidak berkepentingan yang akhirnya membuat terjadi perpecahan,”ungkapnya.
Perwakilan Pendiri STIH melakukan peletakan batu pertama dengan meneteskan air mata.
Mukti Yasir, Perwakilan Pendiri Kampus STIH Manokwari mengungkapkan rasa haru dengan meneteskan air mata saat diberikan kesempatan untuk meletakan batu pertama mewakili para pendiri.
Menurutnya, sejak tahun 1976 STIH didirikan oleh Ibu Yangningsi Yasir memang baru pertama kali ada peletak batu pertama, meski sudah ada gedung-gedung lainnya.
Mukti Yasir, Perwakilan Pendiri Kampus STIH Manokwari
“Saya terharu karena selama ini perjuangan almahrumah Ibu Yangningsi Yasir yang selama ini untuk membangun masyarakat Papua dan saat ini diikuti oleh penerus-penerusnya dalam hal ini Pak Filep dan Pak Makbon,”ujar Mukti Yasir.
Yasir menuturkan dengan berjalannya waktu sampai dengan saat ini, STIH sudah memiliki banyak perubahan seperti ditambahkannya pembangunan gedung rektorat yang sudah lama menjadi pergumulan panjang. Namun, pada akhirnya dirinya sebagai perwakilan pendiri telah menyaksikan sendiri kerja keras dari para penerus STIH Manokwari.
“Saya sebagai perwakilan pendiri menyampaikan banyak terima dan berharap pemgembangan sekolah ini terus berkembang lebih meningkat lagi. Saya berharap juga ada dukungan moril dari semua masyarakat Papua yang ada khususnya di manokwari terhadap STIH Manokwari,”tutupnya. (RED/ON).
Baca Juga :  Alumni dan Pemuda Tani Polbangtan Manokwari Melakukan Chick In Perdana 600 Ekor Ayam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here