OridekNews.com, Manokwari, – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat terus berupaya mengendalikan dan menanggulangi malaria menuju Eliminasi Malaria Papua Barat tahun 2030.

Langkah nyata penanggulangan malaria di Provinsi Papua Barat dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat di Kampung-kampung sebagai kader malaria.
Penanggulangan malaria oleh kader dilakukan melalui upaya promotif, preventif (pencegahan) dan kuratif yang bertujuan menurunkan angka kesakitan dan kematian, serta mencegah KLB.
Untuk mencapai hasil yang optimal, upaya tersebut harus dilakukan dengan cara yang berkualitas dan komprehensif.
Peran kader malaria dalam kegiatan penanggulangan malaria telah diatur dalam Permenkes No.41 tahun 2018 tentang Pelaksanaan deteksi dini dan pemberian obat anti malaria oleh kader malaria pada daerah dengan situasi khusus.
Salah satu kader malaria di Kampung Merejemek, Distrik Masni, Atik Musharo (35 tahun) kepada media ini mengungkapkan bergabung menjadi kader malaria motivasinya hanya satu, memberantas malaria di Kampungnya.
“Agar kampung saya bebas dari malaria, semangat berjuang untuk Kampung. Jadi Kader Malaria Kampung sudah berjalan setahun,” jelas Atik.
Suka duka menjadi Kader kata Atik, jika mendatangi rumah masyarakat ada yang menolak untuk diperiksa, menolak untuk dikunjungi. Namun, ia tetap bersabar.

“Saya tidak menyerah meminta bantuan dari teman-teman agar bagaimana kita motivasi mereka untuk mau diperiksa. Yang diobati selama ini, minum obatnya tetap dipantau ke rumahnya,” kata Kepala TK di Distrik Masni tersebut.
Menurutnya, deteksi dini malaria dengan menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) dilakukan dan jika hasil positif, ia melaporkan ke Puskesmas Mowbja.
“Untuk pengambilan obat, biasa saya kasih resepnya dan biasa keluarganya (pasien.red) sendiri bawa di Puskesmas. Untuk follow up saya suruh ke Puskesmas untuk cek darah kembali. Memastikan malarianya masih ada atau tidak,” terangnya.
Atik berharap, Kader malaria Kampung ditambah untuk Kampung lain disekitar Kampungnya.
Ia mengaku, Kepala Kampung sangat mendukung dalam pemeriksaan. Terkait operasional sebagai kader ada pengalokasian dana Kampung. (ALW/ON)




