Upacara Kenaikan Pangkat, Kapolda : Nasib Orang Ditentukan Oleh Tuhan

0
Upacara Korps Raport kenaikan pangkat dilaksanakan Polisi Daerah Papua Barat, Senin, (2/7/2018) di Mapolda Anday, Manokwari Papua Barat.. Foto : Tomi Warpur
Orideknews.com, MANOKWARI – Upacara Korps Raport kenaikan pangkat dilaksanakan Polisi Daerah Papua Barat, Senin, (2/7/2018) di Mapolda Anday, Manokwari Papua Barat.

Pelaksanaan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi bagi perwira dan brigadir tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs. Rudolf Alberth Rodja.

Pada kesempatan itu, Rodja mengatakan kenaikan pangkat pada periode ini 134 yangmana 130 reguler, 4 pengabdian yang terdiri dari 3 pamen, 4 Pama dan 127 brigadir.

“Dimana ada Satker Polda 34 personil, polres Manokwari 18 personil, Polres Sorong Kota 21 personil, Polres Sorong 15 Personil, Polres Sorong Selatan 4 Personil, Polres Raja Ampat, 7 Personil, Polres Fakfak 11 Personil, Polres Kaimana 5 Personil, Polres Teluk Bintuni 13 Personil dab Polres wondama 5 Personil. Selaku kapolda Papua Barat maupun pribadi serta seluruh anggota yang hadir menyampaikan ucapan selamat kepada saudara-saudara yang mengalami sukacita, mengalami kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat lama.” Jelas Rodja.

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs. Rudolf Alberth Rodja memberikan selamat usai Upacara Korps Raport kenaikan pangkat dilaksanakan Polisi Daerah Papua Barat, Senin, (2/7/2018) di Mapolda Anday, Manokwari Papua Barat. Foto : Tomi Warpur

Ia pun berpesan bahwa untuk kenaikan pangkat, semua menginginkan tetapi bukan hak mutlak dari setiap anggota.

“Yang saat ini 123 orang naik pangkat itu karena pengabdiannya selama masa kerjanya dinilai oleh pimpinan Polri sudah memenuhi syarat untuk naik pangkat,” Tutur Rodja.

Dirinya juga berharap kenaikan pangkat tersebut diikuti dengan peningkatan kinerja yang positif.

“Misalnya pak Dirsabhara yang menanti-nantikan kapan saya naik pangkat jadi kombes, waktu jadi Wadir Sabhara. Berpikir apakah apakah saya bisa jadi kombes, datang ke Papua Barat menjadi Wadir Sabhara, pasti suami istri bertanya kenapa saya, kok bisa saya sampai di Papua Barat, Polda yang baru dibentuk, itu manusiawi sekali,” Ucap Rodja mencontohi.

Menurut Rodja, nasib orang ditentukan oleh Tuhan dan bagaimana kinerja dari yang bersangkutan. (RED/ON).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here