Wattimena Luruskan Berita Tentang Tugasnya Saat Terima Aspirasi DPR Maluku

0
Ketua Komisi IV DPR RI Bung Micahel Wattimena (BMW)
Orideknews.com, MANOKWARI – Ketua Komisi IV DPR RI Bung Micahel Wattimena (BMW) menanggapi berbagai tanggapan miring tentang kapasitasnya sebagai wakil rakyat asal dapil Papua Barat.
BMW merasa sangat penting untuk meluruskan informasi seputar kinerjanya yang dinilai tak wajar oleh kalangan publik dan jabatan wakil rakyat Papua Barat yang kini viral di media sosial (medsos).
Wattimena menjelaskan bahwa pimpinan komisi IV DPR RI terdiri dari 1 ketua dan 4 wakil ketua serta  45 Anggota komisi.
Kata BMW untuk Sekretariat Komisi IV DPR RI senantiasa mendapatkan undangan dari berbagai kalangan baik dari Gubernur, bupati / walikota , DPRD Provinsi, DPRD kab/ kota, akademisi serta kalangan masyarakat dari seluruh indonesia.
Sekretariat komisi IV DPR RI mendapatkan surat permohonan audensi /  tatap muka  dari DPRD Provinsi Maluku Komisi B pada akhir bulan Mei 2018.
“Pada tanggal 6 Juni 2018, ketua komisi melalui sekretariat komisi IV meminta saya sebagai salah satu pimpinan komisi IV yang juga berasal dari wilayah timur Indonesia untuk menerima kunjungan kerja dari Komisi B DPRD Provinsi Maluku di sekretariat komisi IV DPR RI,” katanya melalui rilisnya yang sudah viral ke medsos.
Lanjut Wattimena, dalam pertemuan tersebut komisi B DPRD Provinsi Maluku meminta dan memohon agar aspirasi  yang mereka bawakan mewakili masyarakat Maluku dapat diperjuangkan oleh komisi IV DPR RI, maka sebagai pimpinan komisi IV DPR RI yang ditugaskan untuk menerima audensi / tatap muka dengan  DPRD Provinsi Maluku komisi B yang pasti secara normatif akan menjawab.
“kami menerima aspirasi dari DPRD Provinsi Maluku dan akan memperjuangkan dengan mitra kerja komisi IV DPR RI. Jadi Apa yang saya lakukan semuanya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tufoksi) pimpinan komisi IV  DPR RI dan tidak menyalahi perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jawab BMW.(EN/ON)
Baca Juga :  Pemetaan Wilayah Adat dan Standarisasi Jual di Papua Barat Masih Jadi Persoalan Investor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here