NEW!Breaking news - Warinussy Harap Pelayanan RSUD Manokwari Menjalankan Prinsip 'The Right Man in the Right Place' Baca Selengkapnya 

HukumPapuaSosial

Amnesty Internasional : Presiden Jokowi Harus Berkomitmen Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM di Papua

1 Mins read
Orideknews.com, JAYAPURA – Amnesty International Indonesia mengeluarkan laporan berjudul “Sudah, Kasi Tinggal Dia Mati” di mana tercatat ada 69 kasus pembunuhan di luar hukum (unlawfull killings) di Papua dalam kurun waktu delapan tahun terakhir dari Januari 2010 hingga Februari 2018.
Bahkan Amnesty International Indonesia mencatat 69 insiden itu tak diproses melalui mekanisme hukum yang transparan.
“Buktinya dari 69 insiden itu tak ada satupun pelaku yang menjalani pemeriksaan dengan lembaga independen, 25 kasus tak ada investigasi sama sekali, bahkan tak ada pemeriksaan internal, dan dalam 26 kasus para penegak hukum mengaku melakukan pemeriksaan internal namun tidak mempublikasikan hasilnya,” ungkap Peneliti Amnesty Internasional Indonesia, Papang Hidayat di Fave Hotel, Kota Jayapura, Senin (02/07/2018).
Dari 69 kasus tersebut diketahui menyebabkan 95 korban yang berarti sekitar satu orang meninggal dunia setiap bulan dalam kurun waktu 10 tahun.
Mayoritas dari jumlah korban tersebut, yaitu 85 orang merupakan Orang Asli Papua (OAP). Papang khawatir, penanganan yang tidak terbuka itu menimbulkan kondisi yang makin panas di tanah Papua.
“Tidak diinvestigasinya pelaku dalam kasus itu membuat pelaku merasa berada di atas hukum, impunitas (kekebalan hukum) itu berkorelasi langsung dengan pelanggaran HAM berkelanjutan serta bisa memicu perasaan dendam dan ketidakadilan di Papua,” imbuhnya.
Papang juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta Presiden Joko Widodo untuk memperkuat komitmennya pada perayaan Natal nasional di Papua, atau beberapa saat sesudah dilantik untuk mengadili pelaku pembunuhan di luar hukum di Papua.
“Saat kunjungannya di Papua, Presiden Jokowi berjanji untuk mengadili pelaku kekerasan di Enarotali, Distrik Paniai, Papua, dan saatnya komitmen itu diwujudkan karena sejak dilantik kekerasan HAM di luar hukum di Papua masih terus terjadi di masa pemerintahan beliau,” tandasnya. (abe)

Related posts
Papua

Diringi Ukulele, Keluarga Suriel Mofu Kompak Lantunkan Lada Biak - Mander Mura Be

1 Mins read
Orideknews.com, BIAK, – Suriel Mofu dan keluarga kompak lantunkan lagu daerah Biak, Papua Mander Murabe. Lagu Ciptaan Almarhum Arnold Clemens Ap ini,… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Mamberamo RayaPapua

Tahun Ini, Dinas PUPR Mamberamo Raya Tetap Fokus Bangun Longsoran Jalan Kali Ahan

1 Mins read
Orideknews.com, Burmeso,- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mamberamo Raya memastikan ditahun anggaran 2021, akan tetap fokus membangun beberapa ruas jalan… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
KesehatanPapua

Bagi Masker, Polsek Sentani Juga Himbau Pencegahan dan Penularan Covid-19

1 Mins read
Orideknews.com, Sentani, – Guna mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di masyarakat, Personil Polsek Sentani Barat yang dipimpin oleh Bripka Hans Enok membagikan… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: