Dimasa Pandemi Covid-19, Pendapatan Asli Daerah Papua Barat Menurun

0
Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Papua Barat, Charles Hutauruk
Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Papua Barat, Charles Hutauruk

Orideknews.com, MANOKWARI, – Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Papua Barat, Charles Hutauruk mengatakan, kondisi Covid-19 saat ini menyebabkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Papua Barat menurun.

Menurutnya, untuk bisa menaikan PAD Papua Barat, maka pajak kendaraan bermotor tetap dibayar. Di samping itu, bea pajak bermotor pun tergantung dengan bahan bakar. Namun, lanjut dia, sebaliknya jika penggunaan operasional bahan bakar berkurang, maka secara otomatis penggunaan motor juga turut berkurang karena harga bahan bakar minyak ikut menurun.

Secara khusus untuk pajak permukaan air, kata Charles, volumenya menurun. Artinya bahwa tiga sektor pendapatan ini menurun dan berdampak kepada pendapatan asli daerah (PAD).

Di samping itu untuk sektor bagi hasil Pusat dan ke daerah melalui sumber daya alam (SDA) maupun pajak yang dibayar dari Pusat juga berkurang.

“Bahkan PPA dari pusat berkurang dari realisasi yang sebenarnya, sehingga pihaknya kesulitan untuk Papua Barat menyampaikan pendapatan naik dari target” kata Hutauruk, Senin (13/7/2020).

Charles berharap alokasi belanja daerah harus diatur, sehingga berkualitas untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.

“Kalau berbicara pendapatan daerah berarti ada uang masuk, tetapi kalau dari sisi ekonomi diusahakan agar transaksi antar daerah ke pusat tetap berjalan, sehingga ada kehidupan daerah untuk peningkatan ekonomi semakin baik,” ungkap Charles.

Dia pun menjelaskan, refocussing anggaran daerah sudah dilaksanakan berdasarkan estimasi yang lebih kongkrit sesuai perintah dari Menteri Keuangan, sehingga lebih mendekati pada estimasi pendapatan yang lebih baik.

“Pendapatan daerah Papua Barat berkurang dari target pendapatan sampai 40 persen. Hal ini pun berdampak dari APBD provinsi yang menurun, termasuk pendapatan dari pusat, sebab sudah dua kali pengurangan anggaran” jelas Charles.

Baca Juga :  Tahun 2019 Raih Capaian Positif, BI Komitmen Jaga Stabilitas Harga

Menurutnya, saat ini ada pengurangan anggaran yang bersumber dari dana otonomi khusus dan infrastruktur otsus, termasuk Dana Alokasi Umum (DAU) ikut menurun.

Dia menambahkan, refocussing bukan saja memindahkan dana belanja untuk penanganan Covid-19, tetapi juga keseluruhan kapasitas belanja dikurangi. “Intinya bahwa pendapatan kita menurun dari target sebenarnya untuk target PAD Papua Barat,” tambah Charles. (EN/ON)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here