NEW!Breaking news - Puncak HPN, Dr. Keliopas Krey Terima Penghargaan PWI Papua Barat Baca Selengkapnya 

KesehatanManokwariPapua Barat

Dr. Agus Sumule: Covid-19 Itu Nyata

2 Mins read

Ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, mungkin kata itu tergambar dari perasaan seorang Dr. Agus Sumule, pasien sembuh Covid-19 di Manokwari, Papua Barat.

Dosen di Universitas Papua Manokwari itu, mengisahkan suka duka dan semangatnya melawan infeksi Covid-19 hingga akhirnya sembuh.

Dr. Agus Sumule tak hentinya berterima kepada kepada Tuhan atas apa yang nyata dalam hidupnya. “Terima kasih banyak untuk doa-doa yang sudah Bapak dan Ibu panjatkan, demikian pula ucapan simpati dan dorongan semangat yang Bapak dan Ibu berikan ketika kami mengisolasi diri di rumah,” sebut Sumule.

Dosen tersebut menegaskan bahwa, Covid-19 itu nyata!. Penularannya sangat cepat dan tidak memilih-milih.  Dia (Covid-19) tidak peduli kita sementara belanja, bercengkerama dengan keluarga, atau melaksanakan tugas dinas. Kalau kita tidak hati-hati (menggunakan masker dengan benar, menjaga jarak, cuci tangan, dll), maka peluang kita tertular itu sangat besar.  Apalagi pada situasi sekarang ini.

“Tetapi saya punya kabar baik bagi kita semua, kabar baik yang saya simpulkan dari pengalaman saya dan keluarga,” ungkapnya.

Pertama, kata Sumule, harus selalu fit, harus selalu sehat. Dia mengaku bahwa dia adalah sebenarnya penderita diabetes. Menurut para dokter dia termasuk kategori orang yang paling mudah tertular Covid-19, dan bisa berakibat fatal.

“Tuhan Yesus baik.  Sejak Februari 2020 saya sudah mengubah pola hidup dengan mengkonsumsi obat secara benar, olah raga, akan sehat, tidak minum soft drink dan minuman manis.  Ketika tertular Covid-19 pada minggu ke-2 Agustus 2020, kebugaran/fitness saya sudah jauh lebih baik dibandingkan Februari 2020.  Menurut saya, itu yang membuat tubuh saya bisa meng-`handle’ virus ini,” tutur Sumule dalam keterangan tertulisnya via WhatsApp beberapa waktu lalu.

Kedua, harus selalu gembira, harus selalu semangat.  Menurutnya hari di mana hasil tes swab dengan PCR keluar, dan ia dinyatakan positif, hari itu juga istri dari seorang sepupunya di Jayapura meninggal dunia karena Covid-19.  Sumule menelepon sepupunya itu dan kedua menangis. Ketika saya memberitahu bahwa saya baru saja menerima hasil tes PCR dan positif, sepupu saya itu seperti langsung melupakan kesedihannya sendiri,” kisahnya.

Sepupunya dengan tegas meminta agar Sumule dan keluarga selalu semangat.  Katanya, ” Iparmu itu meninggal karena begitu mendengar dia kena Covid, dia langsung patah semangat dan `drop’ mental!” seru sepupu Sumule.

Apa yang dikatakan sepupu Sumule, diakuinya sangat benar. Kata Sumule, seorang pendetanya sebut saja Pdt. Tandi Randa, mengirim ayat dari Amsal 18:14 “Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?”  Ini kata seorang dokter yang setiap hari mengunjungi kami melalui telepon atau bertandang ke rumah. “Semangat membuat antibodi semakin deras diproduksi; semakin banyak antibodi, imunitas kita semakin tinggi; semakin tinggi imunitas, semakin tangguh tubuh kita melawan Covid-19,” terangnya.

Ketiga, perlu support yang kuat dari keluarga dan tetangga serta handai tolan.  Sumule dan keluarga berterima kasih untuk bapak dan Ibu yang sudah mengirim kata-kata bijak penuh semangat kepada dia dan keluarga, melalui sms, ketika terinfeksi.  Sumule mengaku, tertolong luar biasa oleh para tetangga yang memberikan support. “Ketika saya diberitahu sudah positif, saya langsung menelepon tetangga-tetangga yang berbatasan halaman dengan kami.  Saya memberitahu, bahwa atas izin Puskesmas Amban, kami berencana untuk isolasi mandiri di rumah. Mereka sangat mendukung,” jelas Dosen tersebut.

Sumulepun berterima kasih pada pimpinan Unipa dan Faperta serta bapak dan Ibu yang membawa ubi (singkong, ubi jalar, keladi, talas), sayur, buah (pepaya, pisang, dll), kue (macam-macam kue), papeda, susu, vitamin, uang, daging ayam, ikan, dan banyak lagi.  Tidak saja keluarganya terbantu dalam hal materi, tetapi juga membuatnya tambah semangat, karena dia tahu ada para sahabat yang begitu mengasihi dan mau supaya dia dan sembuh.

“Jadi, Bapak dan Ibu, intinya: Covid-19 ini bisa dikalahkan.  Sangat bisa.  Dengan menjaga kesehatan tubuh tetap fit/prima, selalu tersenyum dan semangat, dan sudah barang tentu dengan memohon belas kasihan Tuhan Yang Maha Baik bagi kita, maka yang tertular pasti bisa sembuh kembali.  Salam hormat,” tutup Sumule.

Penulis: Tomi Warpur

Related posts
Ekonomi & BisnisManokwariPapua Barat

Pemeliharaan Terpadu PLN UP3 Manokwari di Sowi Gunung

1 Mins read
Salah satu petugas PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manokwari tertangkap kamera senyum di ketinggian saat melakukan pemeliharaan terpadu dengan mengganti Fuse… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
OlahragaPapua Barat

Hadapi Sea Games 2021 Vietnam, Petinju Papua Barat Ikut Seleksi di Jakarta

1 Mins read
Orideknews.com, MANOKWARI, – Sekretaris Umum Pertina Papua Barat, Markus Gebze mengatakan, enam Petinju asal Papua Barat akan bertolak ke Jakarta guna mengikuti… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Destinasi WisataEkonomi & BisnisManokwariPapua Barat

Bupati Hermus Diharapkan Tindaklanjuti Investasi Rp500 Miliar Hasil MoU Alm. Demas

1 Mins read
Orideknews.com, Manokwari, – Bupati dan Wakil Bupati Manokwari, Hermus Indouw dan Edi Budoyo bersama 3 pasangan Bupati dan wakil dilantik Gubernur Papua… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati Salin Tanpa Izin kena UU No.28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
%d blogger menyukai ini: