Heboh! ODP Meninggal, Gustu Fakfak Akui Salah Input Data, Simak Penjelasannya

0
Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr. Arnold Tiniap

Orideknews.com, MANOKWARI, – Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr. Arnold Tiniap, M.Epid mengaku, sesuai laporan dari Tim surveilan Fakfak per Kamis, (18/6/2020) disebutkan bahwa, 1 orang dalam pemantauan (ODP) meninggal.

ODP meninggal tersebut kata dr. Arnold hasil swabnya negatif. “Sesuai prosedur pemulasaran jenazah, semua orang yang meninggal terkait Covid (OTG, ODP, PDP) meskipun belum ada hasil swab tetapi diperlakukan sesuai protokol penanganan pasien Covid,” ujar dr. Arnold.

Dia menjelaskan, hal itu penting dilakukan sebagai bagian upaya pencegahan atau meminimalisir risiko dari situasi yang belum diketahui dengan pasti.

“Ini yang harus dijelaskan ke masyarakat, masalah nanti setelah dimakamkan ternyata hasil swabnya negatif, ya kita bersyukur. Tetapi kalau tidak dilakukan protokol sebagai kasus covid lalu ternyata hasil swabnya positif, apa yang terjadi? Pasti petugas kesehatanlah yang akan disalahkan. Jadi ini yang harus kita pahami semua,” tutur dr. Arnold.

Dia menilai, kehebohan yang terjadi, menunjukan bahwa stigma terhadap pasien positif, OTG, ODP dan PDP masih tinggi.

“Stigma terjadi karena masih rendahnya pemahaman kita. Ini merupakan pekerjaan besar yang harus kita selesaikan bersama-sama. Waspada iya, takut iya, tapi tidak usah panik. Kadangkala kita yang berada di garda terdepan ini yg sering memunculkan stigma, dengan bereaksi berlebihan,” beber sekretaris dinas kesehatan Provinsi Papua Barat tersebut.

Sementara itu, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 kabupaten Fakfak, Gondo Suprapto,SKM,M.Si saat dihubungi Jum’at, (19/6/2020) mengklarifikasi terkait data yang dikeluarkan bahwa seorang ODP meninggal di Fakfak.

“Klarifikasi pemberitaan ODP meninggal di Fakfak. Sebenarnya ini adalah kesalahan penginputan data terkait pelaporan penggunaan Catride alat TCM yang digunakan untuk konfirmasi Covid-19 di Laboratorium RSUD Fakfak. Jadi yang meninggal bukan termasuk pasien ODP, OTG atau PDP yang selama ini kita pantau di Diklat atau BLK,” ucap Gondo.

Baca Juga :  Dewan Minta Gustu Manokwari Lebih Gencar Edukasi Normal Baru

Dikutip dari media online mataradarindonesia di Fakfak, Jum’at, (19/6/2020) direktur RSUD Fakfak, dr. Subhan Rumoning menyatakan orang yang dilaporkan meninggal tersebut merupakan pasien yang ditangani RSUD Fakfak.

Pasien itu disebut dr. Subhan, tension pneumothorax atau kondisi paru-paru yang kolaps (mengempis.red). Sehingga pasien itu sebelum dilakukan tindakan harus dilakukan swab lebih awal. Setelah hasilnya keluar negatif.

dr. Subhan menyebut, karena masalah pelaporan setiap penggunaan catrigde PCR, sehingga provinsi tetap membaca sebagai ODP. Dan itu merupakan masalah adminstrasi pelaporan.(ALW/ON)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here