Kampanye SMART, Timisela: Jika 2 Tahun Program Tak Dijalankan Saya Mundur Dari Jabatan

0

Orideknews.com, MANOKWARI, – Calon Wakil Bupati (Cawabup), Mosez Rudi F Timisela bertemu warga di beberapa wilayah dalam Kota Manokwari.

Pantauan media ini, diantaranya kampanye terbatas yang dilaksanakan Selasa (20/10/2020) sekira pukul 14.00 WIT sampai dengan pukul 16.00 WIT itu dihadiri pengurus DPP Golkar Martinus Werimon, dan pengurus Partai Amanat Nasional (PAN).

Dalam pertemuan itu, warga membeberkan berbagai permasalahan yang dihadapi, seperti Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Bantuan Perumahan, dan Air Bersih.

Mozes Rudi F Timesela, selaku Cawabup Kabupaten Manokwari mengatakan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tanggal 9 Desember 2020 merupakan perhelatan mencari pemimpin. Namun khusus di Kabupaten Manokwari harus dipahami bahwa ini adalah pesta Iman dalam hal ini mencari wakil Allah, karena pemerintah merupakan wakil Allah di dunia.

“Maka caranya juga harus yang mengandalkan Tuhan Yang Maha Kuasa. Hari ini kita datang kita bicara, dan nanti waktu memilih harus mengandalkan Tuhan sebelum memilih,”ujar Timisela, dihadapan warga.

Selanjutnya, Rudi Timisela menjelaskan, kahadiran Sius Dowansiba dan Mozes F Timisela (SMART) sebagai kontestan Pilkada 2020 hanya untuk melayani dengan hal-hal sederhana yang belum dirasakan masyarakat seperti program Kartu SMART.

Program kartu SMART lahir untuk menjawab apa yang selama ini menjadi keluhan masyarakat diantaranya seperti masalah pendidikan, dan kesehatan. Tetapi juga asuransi kematian bagi masyarakat yang mengalami musibah kematian, dan itu yang disebut menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kita tidak mau bikin program yang aneh-aneh. Program yang tergabung dalam Kartu SMART, itu merupakan layanan kepada masyarakat yang menggunakan KTP Kabupaten Manokwari,”terangnya.

Dia menjelaskan, bahwa di dalam Kartu SMART terdapat jaminan bagi masyarakat Manokwari untuk mendapatkan pelayanan pendidikan gratis, kesehatan gratis, perumahan rakyat, bantuan lansung tunai (BLT) untuk orang asli Papua (OAP), dan Asuransi Kematian atau jaminan kematian.

Baca Juga :  Kasus Penembakan di PTFI, Warinussy Minta Jokowi Bentuk Komisi Penyelidikan Independen

“Kami pastikan, anggaran pendapatan belanja daerah digunakan untuk kepentingan rakyat,”katanya.

Selain itu, mengenai transparansi pemerintah daerah (Pemda) kepada rakyat terkait Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), dia mengemukakan, dimasa kepemimpinannya sudah barang tentu masyarakat juga tetap mengetahui nilai APBD Kabupaten Manokwari sepanjang kepemimpinan SMART.

Kenapa demikian, dia menyebutkan, berdasarkan fakta dilapangan bahwa masih banyak masyarakat maupun kaum intelektual belum mengetahui nilai APBD yang dikelola oleh Bupati, Wakl Bupati, dan jajarannya.

“Yang saya tahu, APBD Kabupaten Manokwari tahun ini Rp. 1,4 triliun lebih. Tapi masyarakat kan tidak mengetahuinya dan masyarakat tidak merasakan, dan saya waktu masih menjadi DPR terus berjuang atas program-program dalam kartu SMART,”bebernya.

Maka, dirinya mengklaim, kehadirian Sius Dowansiba dan Mozes Rudi Timisela dalam Pilkada 2020 akan lebih fokus kepada program- program yang tergabung dalam Kartu SMART.

Khusus untuk perumahan rakyat, dia mengutarakan, program ini menjadi prioritas, karena masih terlihat tiga sampai empat kepala keluarga (KK) tinggal satu rumah. Padahal menurutnya, permasalahan itu merupakan tugas pemerintah untuk menjawab.

“Kami menginginkan saat kami duduk, program-program dalam kartu SMART termasuk perumahan itu saja yang menjadi prioritas. Nanti kalau ada uang lebih, baru digunakan untuk membuat yang lain,”katanya.

Meski demikian, dia menyebutkan, program kartu SMART ini banyak menuai sorotan dari berbagai kalangan di dunia maya (Facebook), tetapi Sius Dowansiba dan Mozes Rudi F Timisela optimis menjalankan program-program prioritas dalam kartu SMART.

“Jika dalam dua tahun, kami tidak bisa menjalankan program ini maka saya sebagai wakil bupati tetap mundur dari jabatan,”tegas Timisela.

Rudi Timisela juga membeberkan, apabila SMART dipercayakan sebagai Bupati dan Wakil Bupati, maka dia (Wakil Bupati-red) akan melakukan perubahan mulai dari dalam pemerintahan.

Baca Juga :  Kampung Imbuan Tambrauw Diterpa Angin Puting Beliung, 6 Rumah Rusak

Diantaranya, berkaitan dengan uang perjalanan dinas dan mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati serta kepala-kepala dinas. Pasalnya, sesuai informasi bahwa, khusus mengenai uang perjalanan dinas Bupati dan Wabup serta DPRD sebelumnya dan saat ini sangatlah besar. Maka apabila Paslon SMART terpilih, semua anggaran perjalanan dinas yang dimaksudkan akan dikurangi demi kepentingan rakyat.

“Saya Rudi Timisela yang akan menjadi wakil bupati Manokwari, menginginkan tata kelola keuangan pemerintahan yang efisien dan efektif serta menghemat. Maka itu, rakyat tunggu kami masuk, dan kami tetap kembalikan uang ini kepada rakyat lewat pendidikan dan kesehatan gratis. Tapi tetap menjaga kualitasnya,”tuturnya.

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat yang mendaftar agar segera mendaftrarkan diri dalam Kartu SMART. Sambunnya, masyarakat tidak boleh mendengar dan percaya suara-suara orang lain diluar sana, yang menyoroti sejumlah program yang tergabung dalam kartu SMART.

“Itu suara kaum elit, suara kaum berdasi yang suka menggunakan APBD dengan tidak efisien dan efektif. Maka saya mengajak masyarakat mari berbodong-bondong menyelamatkan program SMART. Buka soal Sius dan Rudi maju, tapi rakyat yang harus diselamatkan,”aku Rudi Timisela.

Dimasa Paslon SMART, kata dia, tidak akan membeli mobil baru atau mewah untuk digunakan Bupati dan Wakil Bupati, namun tetap menggunakan mobil yang saat ini digunakan, supaya bisa hemat. Sambungnya, termasuk kepala-kepala dinas juga akan menggunakan mobil dinas Avanza.

“Ini rakyat lagi susah, stop sudah. Masa rakyat susah terus pemimpinnya lagi senang, kan tidak boleh. Budaya kita tidak mengajarkan kita seperti itu,”tutupnya. (ONE/ON)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here