Kepala Suku Flobamora NTT Papua Barat Apresiasi Kinerja Kajati Yusuf

0
Kepala Suku Flobamora Nusa Tenggara Timur (NTT) di Provinsi Papua Barat, Clinton Tallo dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat Yusuf, SH.,MH pada suatu kesempatan.
Kepala Suku Flobamora Nusa Tenggara Timur (NTT) di Provinsi Papua Barat, Clinton Tallo dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat Yusuf, SH.,MH pada suatu kesempatan.

Orideknews.com, MANOKWARI, – Kepala Suku Flobamora Nusa Tenggara Timur (NTT) di Provinsi Papua Barat Clinton Tallo menilai kinerja Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat Yusuf, SH.,MH sangat baik dalam melaksanakan tugas pelayanan dengan menerapkan pola kearifan lokal Papua.

Menurut Clinton, Kajati Papua Barat meskipun baru 6 bulan menjadi orang nomor satu di Kejati Papua Barat, tetapi kinerjanya sangat luar biasa.

Dikatakan Tallo, kajati Yusuf, SH.,MH terbaik di seluruh Kajati di Indonesia. Terbukti ia dipercayakan melaksanakan tugasnya selama 6 bulan. di Kejati Papua Barat.

“Kajati Papua Barat selama bertugas di Papua Barat menunjukkan kedekatan bersama semua suku di Papua Barat, entah suku Papua maupun suku Nusantara. Itu artinya kinerjanya harus kita apresiasi, namun yang menjadi pertanyaan kenapa harus diberhentikan,” ungkap Clinton Tallo melalui sambungan telepon, Sabtu (22/8/2020).

Lebih lanjut, Clinton mengutarakan, kearifan lokal Papua yang nyata bagi masyarakat saat ini adalah bagaimana membuka ruang kepada orang asli Papua untuk berkarya di Kejati.

Terbukti seperti pernyataan Yan Christian Warinussy bahwa perempuan Papua dipercayakan menjadi ajudannya. Di sisi lain pola pendekatan kepada masyarakat Papua di kabupaten Manokwari terlihat sangat akrab.

Bahkan kajati Yusuf sendiri telah lakukan pendekatan bersama warga Sanggeng tentang masalah pencemaran sumur air minum karena terdampak limbah minyak dari PT Pertamina Cabang Manokwari.

Menurutnya, Kajati pun terbuka kepada tokoh adat Papua maupun tokoh Nusantara, termasuk hampir elemen masyarakat di Papua Barat.

Salah satu yang perlu di apresiasi adalah dia membuat perubahan yang signifikan di kantor lingkungan kerja Kejati dengan berinovasi khas Papua.

Oleh sebabnya, Clinton berharap ketika ada pengganti harus memiliki karakter yang sama seperti Yusuf.

Baca Juga :  Strategi Pengembangan Pendidikan Vokasi Bertaraf Internasional Dipaparkan Purwanta di Rapat Pusdiktan

“Semestinya pihak Kajati Papua Barat belum diberhentikan dari Kejaksaan Tinggi Papua Barat, namun kalau sudah menjadi keputusan Kejagung RI, maka harus ada kejelasan kepada masyarakat Papua Barat,” tambah Clinton. (EN/ON)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here