Komandan TPN OPM Ini Minta Pemda Mamberamo Segera Aktifkan SD Namuni

0
Suasana SD Namuni, Distrik Mamberamo Tengah Kabupaten Mamberamo Raya
Suasana SD Namuni, Distrik Mamberamo Tengah Kabupaten Mamberamo Raya
Orideknews.com, MAMBERAMO RAYA,- Proses belajar mengajar di SD Namuni, Distrik Mamberamo Tengah Kabupaten Mamberamo Raya sejak 4 tahun terkahir tidak berjalan.
Padahal, akses transportasi menggunakan jalur sungai hanya ditempuh 5 menit ke Kampung tersebut, karena letaknya masih berada dipinggiran kota namun entah mengapa tidak ada proses belajar mengajar di Sekolah tersebut.
Hal ini berakibat, banyaknya anak usia dini yang adalah generasi penerus Mamberamo Raya tidak mendapatkan pendidikan yang layak.
Cosmos Makabory, salah satu orang tua siswa di Kampung Namuni kepada wartawan Senin, (1/7/2019) saat ditemui mengaku, sangat mengharapkan Dinas Pendidikan setempat segera menempatkan tenaga guru agar aktifitas belajar dapat kembali berjalan.
“Sekolah ini sejak tahun 2015 lalu,  sampai sekarang tidak ada aktifitas belajar, jadi terpaksa anak-anak di Kampung ini ada yang putus sekolah tetapi juga ada yang terpaksa pindah ke ibu kota Kabupaten untuk sekolah,” ujarnya.
Suasana ruangan dalam SD Namuni, Distrik Mamberamo Tengah Kabupaten Mamberamo Raya
Suasana ruangan dalam SD Namuni, Distrik Mamberamo Tengah Kabupaten Mamberamo Raya
Dia berharap Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan agar ditahun ajaran baru 2019, sekolah itu bisa dibuka kembali, agar anak-anak bisa mendapat pendidikan yang layak.
Cosmos Makabory yang mengaku sebagai Komandan Operasi TPN OPM wilayah Mamberamo Raya tersebut, mengingatkan kepada jajaran dinas pendidikan setempat agar segera membuka kembali aktifitas belajar disekolah tersebut ditahun ini.
Jika tidak, dirinya mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap bangunan sekolah tersebut karena anak-anak di Kampung Namuni sangat mendambakan pendidikan.
“Kenapa sampai 4 tahun ini sekolah tidak beroperasi tetapi informasi yang saya peroleh, dana BOSNAS dan BOSKAB disekolah dicairkan oleh Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan. Ini namanya penipuan, sehingga mereka harus bertanggungjawab. Sekolah ini juga sudah di rehab dari tahun 2018 dan masyarakat di kampung ini yang kerja tetapi kenapa sampai sekarang belum ada pembayaran padahal dananya sudah ada didalam DPA.  Jadi saya tegas sampaikan bahwa Kepala Dinas Pendidikan segera bertanggungjawab,” pesan Makabory dengan tinggi. (NAP/ON)
Baca Juga :  STPP Manokwari Sosialisasikan Optimalisasi Alsinta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here