Lulusan SMA Masih Dominasi Angka Pengangguran di Papua Barat

0
Tingkatan Pengangguran Terbuka menurut pendidikan Agustus 2015 - Agustus 2019. Sumber : Bps Papua Barat.
Tingkatan Pengangguran Terbuka menurut pendidikan Agustus 2015 - Agustus 2019. Sumber : Bps Papua Barat.
Orideknews.com, MANOKWARI, – Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Papua Barat pada Selasa, (5/11/2019) merilis angka pengangguran yang diperoleh dari survei angkatan kerja nasional (Sakernas) yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2019.
Survei Sakernas ini dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia termasuk 12 kabupaten dan satu kota di Provinsi Papua Barat.
Kepala BPS Provinsi Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia, SE.,M.Si menjelaskan dari survei Sarkernas, tercatat jumlah angkatan kerja pada Agustus 2019 meningkat sebesar 3,73 persen menjadi 462. 247 orang dari Agustus 2018  sebesar 445. 630 orang dari jumlah tersebut sebanyak 433. 401 orang bekerja dan sebanyak 28. 846 orang pengangguran.
“Pengangguran yaitu orang yang tidak bekerja tetapi berharap mendapatkan pekerjaan sehingga dia mencari kerja, mempersiapkan usaha baru. terMasuk juga yang tidak mencari kerja karena putus asa atau karena sudah diterima bekerja tetapi belum mulai bekerja,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menyebut, tingkat pengangguran terbuka (TPT)  yaitu rasio jumlah pengangguran terbuka terhadap jumlah angkatan kerja pada Agustus 2019 sebesar 6,24 persen.  Angka itu lebih rendah dibandingkan hasil survei yang sama pada Agustus 2018 (TPT 6,30 persen).
Menurutnya, jumlah pengangguran lulusan SMA lebih banyak dibandingkan lulusan SMK sebanyak 40,55  persen, seluruh pengangguran merupakan lulusan SMA.
“Penduduk bekerja di Papua Barat paling banyak menempati sektor pertanian, yaitu sebesar 30,75 persen dari total penduduk bekerja.  Namun, jika dibandingkan dengan Agustus 2018 persentase penduduk yang bekerja di sektor pertanian Mengalami penurunan sebesar 2,89 persen poin. Selanjutnya, disusul oleh sektor perdagangan sebesar 16,809 persen. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 1,84 persen poin.  Dilihat dari status dalam pekerjaan utama, sebesar 45,18 persen bekerja sebagai buruh, karyawan atau pegawai.  Disusul dengan status berusaha sendiri sebesar, 20,81 persen,” ucap Maritje.
Selain itu, kata dia, dari rilis angka pengangguran tersebut, dapat dilihat bahwa, penurunan angka pengangguran menunjukkan semakin banyak tenaga kerja yang terserap.
“Hal itu tentu akan semakin efektif ketika lapangan kerja yang dikembangkan merupakan sektor yang memprioritaskan penyerapan tenaga kerja yang ada,” tambah Maritje. (ALW/ON)
Baca Juga :  Di Manokwari, Oknum Polisi dan 2 Petugas Bandara di Polisikan Akibat Cuitan 'FB'

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here