Paradoks Pembangunan Kesehatan Papua Oleh Orang Papua

0
Yamander Yensenem, SKM
Yamander Yensenem

Oleh: Yamander Yensenem, SKM
“Di atas batu ini, saya meletakkan Peradaban Orang Papua. Sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi dan marifat tetapi tidak dapat memimpin bangsa ini, bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri” (Wasior, 25 Oktober 1925)
Tulisan singkat dan sederhana ini dirasa sangat penting dan menjadi kebutuhan guna membangun kesadaran bersama. Alasan utamanya karena kini baik Orang Asli Papua (OAP) maupun Non-Papua yang tinggal dan hidup di Tanah Papua terlihat sudah tidak hidup sesuai dengan tatanan nilai peradaban hidup Bangsa Papua. Terlebih khusus dari kedua pesan hidup yang pernah disampaikan oleh Pdt. Izaac Samuel Kijne.
Dalam penjabaran ini untuk menjawab pemberitaan tersebut, pembangunan didukung oleh komponen SDM yang kuat dimana hanya orang Papua yang bangun Papua, tanpa mengurangi kawan-kawan nusantara yang telah membawa Injil maupun mengabdi buat Papua.
Menteri Kesehatan, dr Terawan berkomitmen untuk mengembalikan tra puskesmas sebagaimana mestinya atau kembali mendengungkan dan diharapkan mendorong kembali paradigma sehat yang sudah kita bersama-sama mengetahui, program ini sudah berjalan baik cuma implementasi di lapangan lebih kepada kuratif, padahal tindakan preventif dan promotif lebih urgen dilakukan karena menjawab komitmen pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Paradigma kesehatan diharapkan segera diterapkan di Papua baik di tingkatkan Provinsi Papua maupun kabupaten/kota, jangan kita membuang garam ke laut lagi, jumlah OAP habis karena bobrok pelayanan kesehatan yang tidak maksimal, orang Papua jadi takut ke rumah sakit, karena menganggap bahwa rumah sakit menjadi pintu mereka menuju kematian padahal harus hidup demi melanjutkan tongkat estafet di Papua sesuai dengan pesan sakral Domine IS Kijne tersebut.
Pemerintah kabupaten/kota harus memperkuat SDM tak hanya di bidang kesehatan tetapi bidang lain juga, cuma saya lebih ulas dari sisi pelayanan kesehatan, dimana hingga kini pemerintah tidak memberikan ruang yang cukup bagi Alumni maupun lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Uncen dalam menjawab komitmen Nawacita pak Presiden Jokowi dan Menkes dalam mengembalikan basic pelayanan kesehatan yang sesungguhnya, ketika orang sehat, rumah sakit tutup dan anggaran untuk pelayanan kesehatan bisa digunakan untuk menekan angka kematian ibu dan anak, hingga angka harapan hidup masyarakat Papua.
Kenapa harus FKM Uncen?
FKM Uncen adalah salah satu lembaga pendidikan di Papua yang memberi ruang bagi SDM Papua untuk meningkat kapasitas yang baik dalam bidang kesmas untuk menjawab paradigma sehat era Presiden Jokowi dimana hanya tenaga kesmas baik anak-anak asli Papua maupun non Papua yang lahir di Papua yang bisa menjawab hal ini.
Oleh sebab itu, pemerintah provinsi kabupaten/kota harus memperkuat lembaga pendidikan  FKM Uncen secara khusus maupun lembaga pendidikan lainnya secara umum, anggaran kesehatan kan bisa diposkan dari anggaran Otsus yang cita-cita luhurnya meningkatkan derajat manusia Papua termasuk derajat kesehatan masyarakat Papua kalau pemda kerjasama dengan PT/PTS dimana fungsi pemberdayaan lembaga pendidikan di Papua, jika sudah kuat, saya pikir mereka tidak akan kuliah di luar Papua.
Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus memperkuat FKM Uncen secara khusus maupun Uncen secara umum sehingga cita-cita orang Papua menjadi tuan di negeri sendiri bisa terlaksana dengan SDM yang baik dan kondisi kesehatan yang sehat.
***Penulis merupakan Direktur Yamander Yensenem Foundation, Inisiator Milenial Generasi Byak Rasine.
Baca Juga :  Sentani Di Hujan Bulan Maret

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here