Suriyati Sebut Keputusan Penerapan ‘New Normal’ di Manokwari Dilematis?

0
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Manokwari, Suriyati saat bersama warga di Taman Ria Manokwari pada masa Reses. Foto: Dok. Orideknews.com
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Manokwari, Suriyati saat bersama warga di Taman Ria Manokwari pada masa Reses. Foto: Dok. Orideknews.com

Orideknews.com, MANOKWARI, – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Manokwari, Suriyati menyatakan, pemerintah daerah melalui Gugus Tugas Kabupaten Manokwari mengkaji secara utuh jika penerapan ‘New Normal’ diberlakukan di Manokwari.

Menurut Anggota Komisi B bidang Keuangan ini, Gugus Tugas harus menyampaikan status kabupaten Manokwari berada di zona merah, hijau ataukah kuning. Kemudian terkait pemeriksaan sampel, Gugus Tugas juga harus sudah menyiapkan fasilitas pendukung untuk PCR maupun Swab.

“Tentu bisa dilakukan di Manokwari, tetapi kembali ke Gugus Tugas Manokwari kita, yang bisa menentukan, karena mereka yang tahu kondisi perkembangan  Covid-19 di Manokwari,” ungkap Suriyati melalui sambungan telepon, Senin, (1/6/2020).

Dikatakannya, jika ‘New Normal’ tidak diberlakukan juga, akan berdampak pada ekonomi, misalkan jika anak sekolah libur dan ASN WFH, pendapatan pejasa ojek maupun taksi konvensional terhambat.

“Tidak diberlakukan New Normal, ekonomi, diberlakukan New Normal apakah kita dari sisi kesehatan maupun fasilitas pendukung atau bertambah? Bingung. Kalau memang mau diberlakukan  Gugus Tugas Covid harus turun ke masyarakat dan bekerja lebih ekstra,” tutur Suriyati.

Dia berharap para relawan yang sudah terbentuk bisa lebih didukung lagi oleh tim Gugus Tugas agar bekerja maksimal dan turun ke Kampung-kampung pelosok. (ALW/ON).

Baca Juga :  Ingin Sehat Sejak Usia Dini, Warga Kampung Murmarey Sambut Baik Imunisasi Campak Dan Rubella



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here